Rabu, 16 Maret 2011

ayoo belajar logoterapy part 2


II. KONSEP DAN FILOSOFI

Didalam penjara kamp konsentrasi Frankl menemukan bahwa manuasia dapat menjaga kebebasan spiritual, kebebasan pikiran meskipun dalam kondisi tekanan fisik dan psikis yang mengerikan. Kesempatan untuk memilih sangat banyak dan ada contoh-contoh pilihan yang heroic untuk menolong orang lain daripada memperhatikan diri sendiri.
Jika kehidupan itu berarti maka penderitaan juga berarti, karena penderitaan seperti kematian misalnya merupakan bagian yang tidak dapat dicabut dari kehidupan. Tanpa penderitaan, hidup tidak lengkap.
Kurangnya harapan atau tujuan masa depan, banyak orang yang dipenjara melupakan kesempatan yang ada untuk membuat sesuatu yang positif. Pada umumnya situasi eksternal yang tidak baik dapat juga memberi seseorang untuk tumbuh diluar dirinya secara spiritual. Untuk melakukan ini, seseorang harus memiliki keyakinan akan masa depan. Tanpa ini ia akan menyerah dan tak ada kehendak untuk hidup. Tanpa tujuan, maksud, tanpa arti dalam kehidupan ini, tidak ada sesuatu yang dibawa. Fankl bertanya kepada teman hukumannya yang mengatakan bahwa mereka tidak memiliki harapan yang lebih dalam kehidupan ini. Kehidupan memberikan tugas pada setiap individu. Dan dalam melaksanakan tugas tadi, manusia menemukan arti kehidupannya. Tugas-tugas berbeda untuk masing-masing orang dan situasi yang berbeda membutuhkan jawaban yang unik. Kadang-kadang seseorang dituntut untuk menerima nasib atau untuk menderita. Penderitaan setiap  orang unik dan kesempatan untuk berkembang terletak pada kemampuan orang untuk menanggungnya


Kodrat Pribadi
Setiap individu merupakan kesatuan dari tiga aspek yaitu somatis atau fisik, mental atau psikis, dan spiritual. Dua yang pertama berhubungan dekat dan bersama merupakan ”psichophsicum” keduanya faktor yang melekat dan diturunkan seperti dorongan bawaan. Psikoanalisis  Frud dan Jung telah membantu untuk memahami dimensi ini, khususnya secara psikologis, tapi mengabaikan spiritual, dimensi manusia yang paling jelas.
Logoterapy menekankan dimensi ketiga yaitu spiritual. Spiritualitas merupakan karakteristik pertama dari tiga sifat keberadaan manusia yang membedakan manusia dengan binatang. Spiritualitas nampak secara fenomenologis dalam kesadaran diri yang langsung, tetapi hal itu berasal dari ketidaksadaran spiritual.
Spiritualitas adalah sifat utama individu dan dari spiritualitas muncul kesadaran, cinta dan kesadaran  seni.
Karekteristik kedua dari keberadaan manusia adalah kebebasan.  ”Tetapi apa itu manusia?  Manusia adalah hakekat yang selalu memutuskan. Ia lagi dan lagi memutuskan ia akan menjadi apa. Frankl (1951p39). Kebebasan berarti bebas  dalam menghadapi instik, watak yang diwariskan dan lingkungannya. Meskipun manusia dipengaruhi oleh semua ini tapi manusia memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak dan mengambil sikap atas kondisi tersebut. Jadi manusia tidak melulu hidup; mereka memutuskan  akan menjadi apa. Meskipun mereka dipengaruhi oleh situasi biologis, psikologis dan sosiologis yang dapat diprediksikan, tetapi secara individu mereka tidak dapat diprediksi ( Frankl, 1963a).
Karakteristik  ketiga dari keberadaan manusia adalah tanggungjawab. Kebebasan manusia tidak hanya kebabasan dari tapi juga kebebasan untuk sesuatu yang menurut Frankl adalah tanggunjawab individu. Individu bertanggungjawab pada dirinya, pada kesadarannya atau kepada Tuhan.” Logoterapy mencoba berusaha untuk membuat pasien sadar penuh untuk tanggungjawabnya; karena itu logoterapi harus membawa pasien pada pilihan untuk apa? Pada apa? Atau pada siapa? Yang ia mengerti dirinya sendiri untuk bertanggungjawab.” Frankl (1985a h132)
Psikoanalisis konsen pada individu menjadi sadar tentang dorongan atau pengalaman yang mereka tekan. Psikologi individu Adler berkonsentrasi pada manusia yang menerima tanggungjawab pada gejala-gejalanya. Masing-masing saling melengkapi.  Logoterapi mengatasi keduanya dengan menambah unsur kerajaan spiritual. Tanggungjawab dihubungkan dengan kesadaran nurani/suarahati.
Meskipun masing-masing unik ia tidak memiliki arti sendirian. ” arti kepribadian manusia bagaimanapun juga dihubungkan dengan komunitas” Frankl (1986h 70). Dalam komunitas, masing-masing individu karena ia unik maka tidak tergantikan. Inilah perbedaan antara komunitas dan masa. Masa yang terdiri dari unit unit yang sama.

Motivasi

Homeostatis, penurunan tegangan, atau prinsip kenikmatan psikoanalisia tidak dapat memperhitungkan tingkahlaku manusia secara tepat. Dorongan dari psikoindividual dari Adler juga tidak memberi penjelasan yang cukup seperti tentang ekspresi diri, pemenuhan diri dan ekspresi diri. Semuanya tadi menurut Frankl merupakan efek daripada tujuan dan hal yang sama berlaku untuk kenikmatan.
Motifasi individu yang pokok bukan kehendak untuk kenikmatan, atau untuk kekuasaan tetapi kehendak untuk pemaknaan. Makna tidak ditemukan oleh manusia sebagaimana diklaim oleh Sartre tetapi disingkapkan oleh manusia
” Manusia dapat memberi makna atau arti pada kehidupannya dengan mewujudkan apa yang saya sebut nilai-nilai kreatif dengan mencapai tugasnya. Tetapi mereka juga dapat memberi makna hidupnya dengan mewujudakan nilai-nilai dari pengalaman dengan mengalami Kebaikan, Kebenaran, Keindahan atau dengan mengetahi keunikan manusia. Dan mengalami manusia sebagai sarana yang unik untuk mencintai ” ( Frankl 1986h)

Bahkan ketika pengalaman-pengalaman ini tidak mungkin ”manusia dapat memberikan hidupnya suatu arti dengan menghadapi nasibnya yaitu keadaan yang menyedihkan” Manusia menyadari nilai-nilai dengan caranya mensikapi penderitaan yang tak terelakkan.  Ini merupakan nilai dasariah dan kemungkinan untuk pewujudanya bertahan sampai akhir hayatnya. Penderitaan memiliki makna.

Kehendak untuk memaknai bukan merupakan daya dorong dalam psikodinamika. Hal itu melibatkan melibatkan pilihan atau keputusan. ” manisia tidak pernah didorong pada tingkah laku moral; dalam setiap hal ia memutuskan untuk bertindak moral”.  Ia melakukan itu bukan untuk memuaskan dorongan moral atau untuk memiliki suara hati yang baik, tetapi ” untuk kepentingan komitmen pada diri sendiri atau untuk orang yang dicintai atau ntuk Tuhan”. (Frankl 1963b h 158)
Makna hidup manusia bukan suatu abstaksi, jadi makna kehidupan itu unik untuk masing-masing individu dan sesuai dengan waktunya.
Eksistensi itu fana tapi dalam kefanaan ini mengandung pertanggungjawaban karena individu secara terus menerus menghadapi suatu pilihan diantara kemungkinan sekarang ini. Manusia terus-menerus membuat pilihan tentang kemungkinan yang begitu banyak. Kemungkinan itu jika tidak dipilih maka akan hilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar